topik ini sengaja saya ambil sebagai gambaran kebesaran dan keagungan dunia pariwisata. hal ini disebabkan karena pariwisata dilahirkan sebagai wujud adanya rasa ‘keingintahuan’ setiap orang/organisasi untuk lebih membuka diri terhadap keberagaman dan keagungan karya yang maha kuasa.
pariwisata dapat mempengaruhi setiap insan untuk mengenal kebudayaan, perilaku masyarakat, kekayaan alam dan berbagai sumber daya yang dimiliki oleh suatu negara/daerah yang mana hal ini membantu setiap insan untuk mengetahui dan merenungi karya Tuhan akan dunia ini.
“Berkaca dari pariwisata bali”
Bali merupakan salah satu Daerah Tujuan Wisata andalan Indonesia. kalau anda ke bali, anda akan menemukan berbagai suku bangsa, agama, ras, golongan, maupun bangsa, yang datang dan berinteraksi dengan penduduk setempat. Bagi masyarakat bali, hal ini menjadi keuntungan yang tiada bandingnya, akibat kehadiran tourist. masyarakat bali dapat mengenal karakter berbagai bangsa yang ada tanpa harus berpikir untuk melakukan perjalanan ke negara lain. kalaupun ada dampak negatignya, mari kita abaikan hal tersebut (saya tidak ingin membahasnya lebih jauh).
demikian juga mereka yang bukan berasal dari bali, mereka akan dapat berinterkasi dengan berbagai masyarakat dan suku bangsa lainnya, dan dapat saling tukur menukar informasi, yang mengarah kepada suatu keadaan yang saling menguntungkan.
berkaca dari hal diatas, maka sangatlah tepat apabila kita menyatakan bahwa pariwisata merupakan sebuah eksotisme persahabatan. persahabatan yang terbangun atas rasa saling percaya, persahabatan yang terbangun atas rasa ingin mengetahui, dan persahabatan yang terbangun atas pandangan untuk mempertahankan haritage, dan persahabatan yang terbangun atas rasa ingin memberikan suatu warisan kepada generasi penerus.


