Atanaamah's Weblog

February 21, 2008

You Can Do Anything With God

Filed under: renungan — jasprelao @ 9:14 am

Mengapa kita tidak dapat melakukan segala sesuatu?
1. Malas
Pengkotbah 10:18 Oleh karena kemalasan runtuhlah atap, dan oleh karena kelambanan tangan bocorlah rumah.

2.Takut
Hakim-hakim 7:3 Maka sekarang, serukanlah kepada rakyat itu, demikian: Siapa yang takut dan gentar, biarlah ia pulang, enyah dari pegunungan Gilead.” Lalu pulanglah dua puluh dua ribu orang dari rakyat itu dan tinggallah sepuluh ribu orang.

3. Berdosa
Roma 6:17 Tetapi syukurlah kepada Allah! Dahulu memang kamu hamba dosa, tetapi sekarang kamu dengan segenap hati telah mentaati pengajaran yang telah diteruskan kepadamu.

untuk dapat melakukan segala sesuatu di dalam tuhan yaitu:
1. Akuilah bahwa Allahlah yang sanggup melakukan bukan kita

Ulangan 3:24 Ya, Tuhan ALLAH, Engkau telah mulai memperlihatkan kepada hamba-Mu ini kebesaran-Mu dan tangan-Mu yang kuat; sebab allah manakah di langit dan di bumi, yang dapat melakukan perbuatan perkasa seperti Engkau?

2. Percaya Bahwa kita dapat melakukannya
Matius 9:28 Setelah Yesus masuk ke dalam sebuah rumah, datanglah kedua orang buta itu kepada-Nya dan Yesus berkata kepada mereka: “Percayakah kamu, bahwa Aku dapat melakukannya?” Mereka menjawab: “Ya Tuhan, kami percaya.”

Hidup di Tengah Orang-Orang Aneh

Filed under: renungan — atanaamah @ 9:13 am

Kepentingan rasanya menjadi kebutuhan setiap orang, entah kepentingan di sebabkan karena apa, tapi hari ini aku melihat sebuah ketidak adilan, karena adanya kepentingan tertentu. entah karena sakit hati, atau memang ingin menjalankan aturan dengan benar, tapi inilah keanehan yang terjadi.

yah, hanya bisa menarik napas dalam-dalam untuk menenangkan diri, hanya bisa tersenyum untuk mendapatkan keseimbangan. dan hanya bisa termenung untuk mengatakan bahwa “HARI INI KAMU BERADA DI TENGAH ORANG-ORANG ANEH”

February 14, 2008

Pariwisata Sebagai Eksotisme Persahabatan

Filed under: eksotisme, pariwisata, persahabatan — atanaamah @ 3:33 am

topik ini sengaja saya ambil sebagai gambaran kebesaran dan keagungan dunia pariwisata. hal ini disebabkan karena pariwisata dilahirkan sebagai wujud adanya rasa ‘keingintahuan’ setiap orang/organisasi untuk lebih membuka diri terhadap keberagaman dan keagungan karya yang maha kuasa.
pariwisata dapat mempengaruhi setiap insan untuk mengenal kebudayaan, perilaku masyarakat, kekayaan alam dan berbagai sumber daya yang dimiliki oleh suatu negara/daerah yang mana hal ini membantu setiap insan untuk mengetahui dan merenungi karya Tuhan akan dunia ini.

“Berkaca dari pariwisata bali”

Bali merupakan salah satu Daerah Tujuan Wisata andalan Indonesia. kalau anda ke bali, anda akan menemukan berbagai suku bangsa, agama, ras, golongan, maupun bangsa, yang datang dan berinteraksi dengan penduduk setempat. Bagi masyarakat bali, hal ini menjadi keuntungan yang tiada bandingnya, akibat kehadiran tourist. masyarakat bali dapat mengenal karakter berbagai bangsa yang ada tanpa harus berpikir untuk melakukan perjalanan ke negara lain. kalaupun ada dampak negatignya, mari kita abaikan hal tersebut (saya tidak ingin membahasnya lebih jauh).

demikian juga mereka yang bukan berasal dari bali, mereka akan dapat berinterkasi dengan berbagai masyarakat dan suku bangsa lainnya, dan dapat saling tukur menukar informasi, yang mengarah kepada suatu keadaan yang saling menguntungkan.

berkaca dari hal diatas, maka sangatlah tepat apabila kita menyatakan bahwa pariwisata merupakan sebuah eksotisme persahabatan. persahabatan yang terbangun atas rasa saling percaya, persahabatan yang terbangun atas rasa ingin mengetahui, dan persahabatan yang terbangun atas pandangan untuk mempertahankan haritage, dan persahabatan yang terbangun atas rasa ingin memberikan suatu warisan kepada generasi penerus.

Theme: Silver is the New Black. Blog at WordPress.com.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.